Reza Khan: Dari Perwira Militer hingga Pendiri Dinasti Pahlavi

Reza Khan: Dari Perwira Militer hingga Pendiri Dinasti Pahlavi

Disusun Oleh : Fedy Amry Muchammad Shobirin (06030123154)

Biografi Reza Khan: Dari Perwira Militer hingga Pendiri Dinasti Pahlavi

Reza Khan, yang lebih dikenal sebagai Reza Shah Pahlavi, merupakan tokoh penting dalam sejarah Iran. Ia adalah seorang perwira militer yang berhasil menggulingkan Dinasti Qajar dan mendirikan Dinasti Pahlavi, yang memerintah Iran selama hampir setengah abad. Kehidupannya penuh pasang surut, dari seorang perwira militer biasa hingga menjadi penguasa absolut Iran, dan akhirnya berakhir dengan pengasingan.

Masa Muda dan Karier Militer

Reza Khan lahir pada 15 Maret 1878 di Alasht, sebuah kota kecil di Provinsi Mazandaran, Iran. Ayahnya, Abbas Ali Khan, adalah seorang perwira militer yang meninggal saat Reza masih bayi. Reza dibesarkan oleh pamannya dan kemudian bergabung dengan Brigade Cossack Persia pada usia 16 tahun.

Reza Khan menunjukkan bakat militer yang luar biasa dan dengan cepat menapaki jenjang karier. Dia dipromosikan menjadi letnan pertama pada tahun 1911, kapten pada tahun 1912, dan kolonel pada tahun 1915.  Pada tahun 1921, sebagai pemimpin Brigade Cossack di Qazvin, Reza Khan memimpin kudeta terhadap pemerintahan yang lemah di Tehran.

Naiknya Reza Khan ke Kekuasaan

Setelah kudeta, Reza Khan diangkat menjadi Panglima Angkatan Darat dan Menteri Perang. Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi Perdana Menteri Iran.  Reza Khan dengan cepat mengkonsolidasikan kekuasaannya dan mulai melakukan reformasi besar-besaran di Iran.

Pada tahun 1925, Majelis Konstituen Iran mendepak Ahmad Shah Qajar, penguasa terakhir Dinasti Qajar, dan mengangkat Reza Khan sebagai Shah Iran.  Reza Khan mendirikan Dinasti Pahlavi dan mendeklarasikan dirinya sebagai Reza Shah Pahlavi.

Reformasi Reza Shah

Sebagai Shah, Reza Shah Pahlavi melakukan banyak reformasi untuk memodernisasi Iran. Dia membangun infrastruktur, seperti jalan raya, kereta api, dan bandara. Dia juga memperkenalkan sistem pendidikan modern, mendorong industrialisasi, dan memperkuat militer Iran.

Reza Shah Pahlavi juga melakukan reformasi sosial, seperti melarang penggunaan hijab bagi perempuan, meningkatkan usia pernikahan, dan memperkenalkan hukum perceraian yang lebih adil.  Namun, reformasi ini juga menimbulkan perlawanan dari ulama dan kelompok konservatif yang merasa tradisi mereka terancam.

Pengasingan dan Kematian

Pada tahun 1941, selama Perang Dunia II, Reza Shah Pahlavi dipaksa untuk turun tahta oleh Inggris dan Uni Soviet.  Dia dituduh bersimpati dengan Nazi Jerman dan dianggap sebagai ancaman bagi kepentingan Sekutu di Iran.

Reza Shah Pahlavi diasingkan ke Afrika Selatan dan meninggal pada tahun 1944.  Jenazahnya kemudian dibawa ke Mesir dan dimakamkan di Masjid Al-Rifa'i.

Warisan Reza Shah

Reza Shah Pahlavi meninggalkan warisan yang kompleks. Dia dianggap sebagai pendiri Iran modern, yang berhasil mengkonsolidasikan negara dan memodernisasi berbagai aspek kehidupan.  Namun, pemerintahannya juga ditandai dengan otoritarianisme dan penindasan terhadap oposisi.

Reza Shah Pahlavi meninggalkan tahta kepada putranya, Mohammad Reza Pahlavi, yang kemudian menjadi Shah terakhir Iran.  Dinasti Pahlavi berakhir pada tahun 1979 dengan Revolusi Iran, yang menggulingkan Mohammad Reza Pahlavi dan mendirikan Republik Islam Iran.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sultan Abdul Hamid II

Ayatullah Khomeini

ISIS (Islamic State of Iraq and Syria)